Dalam pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang ke-XIV di Jakarta pada 17 Oktober 2018, Presiden Joko Widodo menyoroti pentingnya rumah sakit di Indonesia beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0. Seperti yang dilansir dari setkab.go.id, beliau menyampaikan bahwa setiap rumah sakit harus mulai membangun sistem terintegrasi yang mendukung terciptanya Smart Hospital. Penerapan teknologi kesehatan menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan hal ini.
Smart Hospital bukan hanya tren, tetapi merupakan langkah strategis yang diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Rumah sakit yang mengadopsi teknologi digital akan mampu memberikan layanan yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, penerapan teknologi dalam sistem pelayanan kesehatan terbukti meningkatkan efisiensi, seperti pengurangan biaya operasional, peningkatan akurasi diagnosis, dan percepatan waktu penanganan pasien.
Salah satu contoh nyata dari penerapan teknologi kesehatan yang telah membantu masyarakat secara luas adalah telemedicine. Selama pandemi Covid-19, telemedicine menjadi solusi utama dalam memberikan akses layanan kesehatan yang aman dan nyaman. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara virtual tanpa harus mengunjungi rumah sakit, yang pada saat itu merupakan tempat paling berisiko untuk penyebaran virus. Kehadiran telemedicine tidak hanya melindungi pasien dari risiko paparan penyakit, tetapi juga memberikan fleksibilitas kepada mereka yang berada di wilayah terpencil untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan.
Teknologi kesehatan lainnya yang semakin berkembang adalah penggunaan rekam medis elektronik dan manajemen data berbasis cloud. Dengan adanya dukungan infrastruktur jaringan yang stabil, rumah sakit dapat mengelola data pasien secara lebih efektif. Internet of Things (IoT) juga mulai diterapkan untuk memonitor kondisi pasien secara real-time, yang memungkinkan tenaga medis memberikan respon lebih cepat terhadap perubahan kondisi kesehatan pasien. Semua inovasi ini tidak hanya membantu pekerjaan tenaga medis, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik dan aman bagi pasien.
Untuk mewujudkan rumah sakit berbasis teknologi atau Smart Hospital, sangat dibutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang kuat dan andal. Di sinilah peran penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkom menjadi krusial. Dengan dukungan jaringan fiber optic yang cepat dan aman, serta layanan cloud yang mumpuni, rumah sakit bisa membangun sistem digital yang terintegrasi dengan baik. Penggunaan sistem berbasis cloud memungkinkan tenaga medis untuk mengakses data pasien kapan saja dan di mana saja, tanpa harus khawatir mengenai keamanan data tersebut.
Di era digital saat ini, transformasi menjadi Smart Hospital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan. Rumah sakit yang mengadopsi teknologi digital akan lebih mampu menghadapi tantangan di masa depan dan memberikan layanan kesehatan yang lebih efisien serta merespon kebutuhan pasien dengan lebih cepat. Di sisi lain, masyarakat juga akan semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang lebih terjangkau, cepat, dan efisien berkat kemajuan teknologi.
Wah sangat sangat bermanfaat di era modern seperti sekarang ini ya…
Pingback: Taiwan Pamerkan Inovasi Kesehatan Terbaru di Indonesia Hospital Expo 2024 - telkomriau.com